Selasa, 18 September 2012
I. Defenisi
Keparawatan gawat darurat adalah pelayanan profesioanal
keperawatan yang di berikan pada pasien dengan kebutuhan urgen dan kritis.
Namun UGD dan klinik kedaruratan sering di gunakan untuk masalah yang tidak
urgen. Yang kemudian filosopi tentang keperawatan gawat darurat menjadi luas,
kedaruratan yaitu apapun yang di alami pasien atau keluarga harus di
pertimbangkan sebagai hedaruratan
II. Sistem Pelayanan Gawat Darurat
Pelayanan gawat darurat tidak hanya memberikan pelayanan
untuk mengatasi kondisi kedaruratan yang di alami pasien tetapi juga memberikan
asukan keperawatan untuk mengatasi kecemasan pasien dan keluarga.
Sistem pelayana bersifat darurat sehingga perawat dan
tenaga medis lainnya harus memiliki kemampuan, keterampilan, tehnik serta ilmu
pengetahuan yang tinggi dalam memberikan pertolongan kedaruratan kepeda pesien.
III. Triage Dalam Keperawatan Gawat Darurat
Yaitu skenario pertolongan yang akan di berikan sesudah
fase keadaan pasien. Pasien-pasien yang terancam hidupnya harus di beri
prioritas utama. Triage dalam keperawatan gawat derurat di gunakan untuk
mengklasifikasian keperahan penyakit atau cidera dan menetapkan prioritas
kebutuhan penggunaan petugas perawatan kesehatan yang efisien dan
sumber-sumbernya.
Standart waktu yang di perlukan untuk melakukan triase
adalah 2-5 menit untuk orang dewasa dan 7 menit untuk pasien anak-anak.
Triase di lakukan oleh perawat yang profesional (RN) yang
sudah terlatih dalam prinsip triase, pengalaman bekerja minimal 6 bulan di
bagian UGD, dan memiliki kualisifikasi:
- Menunjukkan kompetensi kegawat daruratan
- Sertifikasi ATLS, ACLS, PALS, ENPC
- Lulus Trauma Nurse Core Currikulum (TNCC)
- Pengetahuan tentang kebijakan intradepartemen
- Keterampilan pengkajian yang tepat, dll
IV. Sistem Triase
• Spot check
25% UGD menggunakan sistem ini, perawat mengkaji dan
mengklasifikasikan pasien dalam waktu 2-3 menit. Sisten ini memungkinkan
identifikasi segera.
• Komprehensif
Merupakan triase dasar yang standart di gunakan. Dan di
dukung oleh ENA (Emergenci Nurse Association) meliputi:
• A (Airway)
• B (Breathing)
• C (Circulation)
• D (Dissability of Neurity)
• E ( Ekspose)
• F (Full-set of Vital sign)
• Pulse Oximetry
• Trise two-tier
Sistenm ini memetluhan orang kedua yang bertindak sebagai
penolong kedua yang bertugas mensortirpasien untuk di lakukan pengkajian lebih
rinci.
• Triase Expanded
Sistem ini dapat di tambahkan ke sistem komprohensif dan
two-tier mencakup protokol penanganan:
1. Pertolongan pertama (bidai, kompres, rawat luka)
2. Pemeriksaan diagnostik
3. Pemberian obat
4. Tes lab (Darah, KGD, Urinalisis, dll)
• Triase Bedside
Pasien dalam sistem ini tidak di klasifikasikan triasenya,
langsung di tangani oleh perawat yang bertugas, cepat tanpa perlu menunggu
antri.
V. KATEGORI/ KLASIFIKASI TRIAS
61% menggunakan 4 kategori pengambilan keputusan yaitu
dengan menggunakan warna hartu/status sebagai tanda klasifikasi yaitu Merah
(Emergen), kuning (Urgen), hijau (non Urgen), hitam (Expectant)
VI. Merah (Emergent)
Yaitu korban-korban yang membutuhkan stabilisasi segera.
Yaitu kondisi yang mengancam kehidupan dan memerlukan perhatian segera.
Contoh:
- Syok oleh berbagai kausa
- Gangguan pernapasan
- Trauma kepala dengan pupil anisokor
- Perdarahan eksternal masif
VII. Kuning (Urgent)
Yaitu korban yang memerlukan pengawasan ketat, tetapi
perawatan dapat di tunda sementara. Kondisi yang merupakan masalah medisyang
disignifikan dan memerlukan penata laksanaan sesegera mungkin. Tanda-tanda
fital klien ini masih stabil.
Contoh
• Fraktur multiple
• Fraktur femur/pelvis
• Korban dengan resiko syok (korban dengan gangguan jantung,
trauma, obdomen berat)
• Luka bakar luas
• Gangguan kesadaran/trauma kepala
• Korban dengan status yang tidak jelas.
Semua korban dengan kategori ini harus di berikan infus,
pengawasan ketat terhadap kemungkinan timbulnya komplikasi dan berikan perawatan
sesegera mungkin.
VIII. Hijau (Non urgent)
Yaitu kelompok korban yang tidak memerlukan pengobatan atau
pemberian pengobatan dapat di tunda. Penyakit atau cidera minor
Contoh
- Fektur minor
- Luka minor
- Luka bakar minor
IX. Hitam (Expectant)
Korban yang meninggal bunia atau yang berpotensi untuk
meninggal dunia
- 6% memakai sistem empat kelas yaitu
1. Kelas1: kritis (mengancam jiwa, ekstremitas, penglihatan
atau tindakan segera)
2. Kelas ii: Akut (terdapat perubahan yang signifikan,
tindakan segera mungkin)
3. Kelas iii: Urgent (signifikan, tikdakan pada waktu yang
tepat)
4. Kelas iv: Non Urgent (tidak terdapat resiko yang perlu
segera di tangani)
- 10% digunakan sistem 5 tingkat yaitu
Tingkat contoh
1 Kritis Segera Henti jantung
2 Tidak stabil 5-15 menit Fraktur mayor
3 Potensial tidak stabil 30-60 menit Nyeri abdomen
4 Stabil 1-2 jam Sinusitis
5 Rutin 4 jam Pengangkatan jahitan
X. Asuhan Keperawatan Gawat Darurat
Penghajian (PQRST)
- Provokes (pemicu)
- Quality (kualitas)
- Radiation (penyebaran)
- Severity (intensitas)
- Time (waktu)
- Treatment (penanganan)
Ditambah dengan riwayat alergi, obat-obatan terahir,
imunisasi, haid terahir,setekah itu baru diklasifikasikan.
Tipsord-Klinkhammer dan Adreoni menganjurkan OLD CART
- Onset of system (awitan gejala)
- Location of Problem (lokasi masalah)
- Duration of Symptoms (karakteristik gejala yang di
rasakan)
- Aggraviting Factor (faktor yang memperberat)
- Relieving Factors (faktor yang meringankan)
- Treatment ( penanganan sebekumnya)
XI. Pertimbangan Pengambilan Keputusan Triase
Menurut standart ENA (1999)
- Kebutuhan fisik
- Tumbuh kembang
- Psikososial
- Akses klien dalam institusi pelayanan kes
- Alur pasien dalam kedaruratan
XII. Alur Pasien UGD
- Pastikan keluhan klien (cocokkan apa yang perawat lihat)
- Kaji segera yang penting (HR,jika ada luka dep dengan
segera)
- Kaji berdasarkan ABCD
- Kaji awitan yang baru timbul
- Pantau: setiap gejala cendrung berulang atau intensitas
meningkat
- Setiap gejala yang di sertai pebahan pasti lainnya
- Kemunduran secara progresif
- Usia
- Awitan
- Misteri
- Kaharusak pasien berbaring
- Kontrol yang ketat
XIII. Diagnosa
Diagnosa keperawatan gawat darurat adalah masakah potensial
dan aktual. Tetapi perawat tetap harus mengkaji pasien secara berkala karena
kondisi pasien dapat berubah terus-menerus. Diagnosa keperawatan bisa berubah
atau bertambah setiap waktu.
XIV. Intervensi/ Implementasi
Intervensi yang di lakukan sesuai dengan pengkajian dan di
agnosa yang sesuai dengan keadaan pasien dan harus di laksanakan berdasarkan
skal prioritas. Prioritas di tegakkan sesuai dengan tujuan umum dari penata
laksanaan kedaruratan yaitu untuk mempertahankan hidup, mencegah keadaan yang
memburuk sebelum penanganan yang pasti. Prioritas di tentukan oleh ancaman terhadap
kehidupan pasien. Kondisi yang mengganggu fungsi fisiologis vitallebih di
utamakan dari pada kondisi luar pasien. Luka di wajah, leher dan dada yang
mengganggupertnapasan biasanya merupakan prioritas tinggi.
XV. Prinsip Penatalaksanaan Keperawartan Gawat Darurat
• Memelihara jalan nafas dan menyediakan ventilasi yang
adekuat, melakukan resusitasi pada saat dibutuhkan. Kaji cedera dan obstruksi
jalan nafas.
• Kontrol pendarahan dan konsekuensinya.
• Evaluasi dan pemulihan curah jantung
• Mencegah dan menangani syok, memelihara sirkulasi
• Mendapatkan pemeriksaan fisik secara terus menerus,
keadaan cedera atau penyakit yang serius dari pasien tidak statis
• Menentukan apakah pasien dapat mengikuti perintah,
evaluasi, ukuran dan aktivitas pupil dan respon motoriknya.
• Mulai pantau EKG, jika diperlukan
• Lakukan penatalaksanaan jika ada dugaan fraktur cervikal
dengan cedera kepala
• Melindungi luka dengan balutan steril
• Periksa apakah pasien menggunakan kewaspadaan medik atau
identitas mengenai alergi dan masalah kesehatan lain.
• Mulai mengisi alur tanda vital, TD dan status neurologik
untuk mendapatkan petunjuk dalam mengambil keputusan,
XVI. Evaluasi
Setelah mendapat pertolongan adekuat, vital signdievaluasi
secara berkala, setelah itu konsulkan dengan dokteratau bagian diagnostik untuk
prosedur berikutnya, jika kondisi mulai stabil pindahkan keruangan yang sesuai.
Ns. RAHMANI SAKINA,
S.Kep

Pengertian KGD
Pelayanan profesional yg didasarkan pada ilmukeperawatan
gawat darurat & tehnik keperawatangawat darurat berbentuk pelayanan
bio-psiko-sosio-
spiritual yang komprehensif ditujukan padasemua
kelompok usia yang sedang mengalamimasalah kesehatan yang bersifat urgent, akut
dankritis akibat trauma, dalam proses kehidupanataupun bencana.

Emergency
patient…
1.
Pasien dari segala umur dengan diagnosa,
tidakterdiagnosa atau maldiagnosis problem dengankompleksitas yg bervariasi.
2.
Pasien-pasien
yg memerlukan intervensi nyatadimana dapat terjadi perubahan status fisiologisatau psikologis secara cepat yg mungkinmengancam
kehidupannya.

KLASIFIKASI
Pasien Gawat Darurat
Pasien yang tiba-tiba berada dalam keadaan gawat atau
akan menjadi gawat danterancam nyawanya atau anggota badannya (akan menjadi
cacat) bila tidakmendapat pertolongan secepatnya. Contoh : gawat nafas, gawat
jantung, kejang,koma, trauma kepala dengan penurunan kesadaran
Pasien Gawat Tidak Darurat
Pasien berada dalam keadaan gawat tetapi tidak
memerlukan tindakan darurat,misalnya kanker stadium lanjut.
Pasien Darurat Tidak Gawat
Pasien akibat musibah yang datang tiba-tiba, tetapi
tidak mêngancam nyawa dananggota badannya, misanya luka sayat dangkal.
contohnya : fraktur tulang tertutup
Pasien Tidak Gawat Tidak Darurat
Misalnya pasien dengan ulcus tropicum, TBC kulit, dan
sebagainya.

KECELAKAAN (ACCIDENT)
Suatu kejadian dimana terjadi interaksi berbagai faktor
yangdatangnya mendadak, tidak dikehendaki sehinga menimbulkancedera
(fisik. mental, sosial).Kecelakaan dapat
diklasifikasikan menurut :1.Tempat
kejadiana.kecelakaan lalu
lintasb.kecelakaan di lingkungan rumah tanggac.kecelakaan di lingkungan
pekerjaand.kecelakaan di sekolahe.kecelakaan di tempat-tempat umum lain seperti
halnya:tempat rekreasi, perbelanjaan, diarena olah raga



1. Konsep Dasar KGD
Add
To Collection
861
Reads
6
Likes
1
Embed
Views
Published
by
TIP
Press Ctrl-F to search anywhere in the document.
Get Scribd Mobile
To
get Scribd mobile enter your number and we'll send you a link to the Scribd app
for iPhone & Android.
We'll
never share your phone number.

Info and Rating
|
Category:
|
Uncategorized.
|
|
Rating:
|
|
|
Added
to Scribd:
|
Oct
30, 2011
|
|
Copyright:
|
Attribution
Non-commercial
|
|
Tags:
|
No
tags
|
Flag
for inappropriate content
Download and print this document
Choose a format to download in
.PDF
.PPT
.TXT
Recommended
6045
Reads
900
Reads
1461
Reads
21382
Reads
More From This User
68
Reads
62
Reads
173
Reads
10
Reads
Notes









Tidak ada komentar:
Posting Komentar