Senin, 01 Februari 2016

IKD 1MERAWAT KUKU KLIEN Pengertian Merupakan tindakan keperawatan pada klien yg tidak mampu merawat kuku sendiri Tujuan • Menjaga kuku tetap bersih • Mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan dari kuku Prosedur A. Fase Preinteraksi 1. Cek catatan perawat dan catatan medis klien 2. Siapkan peralatan • Alat pemotong kuku • Handuk • Baskom berisi air hangat • Bengkok/nierbekken • Sabun • Kapas • Sikat kuku 3. Perawat mencuci tangan B. Fase Orientasi 1. Beri salam terapeutik 2. Jelaskan tujuan, prosedur tindakan pada klien dan keluarga 3. Beri kesempatan klien dan keluarga untuk bertanya 4. Menanyakan keluhan dan kaji gejala specifik yang ada pada klien C. Fase Kerja 1. Atur posisi pasien dengan duduk atau baring 2. Tentukan kuku yang akan dipotong 3. Rendam kuku dengan air hangat kurang lebih 2 menit dan lakukan sikat dengan beri sabun bila kotor 4. Keringkan dengan handuk 5. Letakkan tangan diatas bengkok/nierbekken dan lakukan pemotongan kuku 6. Rapikan klien dan peralatan D. Fase Terminasi 1. Evaluasi kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan 2. Beri reinforcement positif pada klien 3. Kontrak untuk pertemuan selanjutnya 4. Mengakhiri kegiatan dengan baik 5. Merapikan peralatan 6. Cuci tangan Dokumentasi Catat tindakan yang telah dilakukan, respon klien serta penemuan-penemuan saat tindakan dilakukan



MERAWAT KUKU KLIEN

Pengertian
            Merupakan tindakan keperawatan pada klien yg tidak mampu merawat kuku sendiri
Tujuan
·        Menjaga kuku tetap bersih
·        Mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan dari kuku

Prosedur
A.    Fase Preinteraksi
1.       Cek catatan perawat dan catatan medis klien
2.       Siapkan peralatan
·           Alat pemotong kuku
·           Handuk
·           Baskom berisi air hangat
·           Bengkok/nierbekken
·           Sabun
·           Kapas
·           Sikat kuku
3.       Perawat mencuci tangan

B.       Fase Orientasi
1.       Beri salam terapeutik
2.       Jelaskan tujuan, prosedur tindakan pada klien dan keluarga
3.       Beri kesempatan klien dan keluarga untuk bertanya
4.       Menanyakan keluhan dan kaji gejala specifik yang ada pada klien

C.    Fase Kerja
1.       Atur posisi pasien dengan duduk atau baring
2.       Tentukan kuku yang akan dipotong
3.       Rendam kuku dengan air hangat kurang lebih 2 menit dan lakukan sikat dengan beri sabun bila kotor
4.       Keringkan dengan handuk
5.       Letakkan tangan diatas bengkok/nierbekken dan lakukan pemotongan kuku
6.       Rapikan klien dan peralatan

D.      Fase Terminasi
1.       Evaluasi kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan
2.       Beri reinforcement positif pada klien
3.       Kontrak untuk pertemuan selanjutnya
4.       Mengakhiri kegiatan dengan baik
5.       Merapikan peralatan
6.       Cuci tangan

Dokumentasi
Catat tindakan yang telah dilakukan, respon klien serta penemuan-penemuan saat tindakan dilakukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar